Maswewe Pikir..

Laptop Musics Power.. Indie Scene.. Database Coding.. Freeware.. and more..

goodnight electric, my robot..

bicara tentang band satu ini.. ga lepas dari yang namanya robot-robotan, mungkin akibat image yang lebih dulu mereka patri-kan lewat single fenomenal mereka ‘am i robot’ ya?

hingga entah kenapa menurut saya musik mereka kok robotic gitu ya? live pa mereka kok terasa future gitu ya? dan pastinya musik mereka tu kok inovatif gitu ya? (sampe2 mereka sempat diundang maen pada acara penganugerahan Black Innovation Awards beberapa waktu yang lalu..), apakah mereka se-inovatif itu ya? he he

17 March 2009 Posted by | musik | Leave a Comment

..sedikit tentang Live PA ya?

dj-weweLive PA, sometimes written LivePA, meaning Live Personal Appearance or Live Performance Artist is a term used to describe the act of performing, or appearing to perform, electronic music in a concert setting.

While the term “Live PA” literally means “Live Personal Appearance”, a legal term originally used to protect promoters when performances are occasionally prerecorded, in common usage it refers to live performance of electronic music, via synthesizers, samplers, and sequencers.

In a performative context, the term was originally used to refer to live appearances, initially at rave events in the late 1980′s, of studio based electronic dance music artists. The concept of the Live PA helped provide a public face for a scene that was criticised as faceless by the mainstream music press. The trend was quickly exploited by a music industry desperate to market dance music to a popular audience.

Execution

winky-best-djPerforming a Live PA is an open process; there are very few pre-defined rules other than that the resulting sound/music is considered to be “electronic”. Execution can range from pushing play on an audio CD while pretending to play instruments, to live keyboard playing alongside a live drummer or percussionist, and anything in between.

Generally Live PA artists use a central sequencer which triggers and controls sound generating devices like synthesizers, drum machines, samplers. The resulting audio outputs of these devices are then mixed and modified with effects using a mixing console. Interconnected drum machines and synthesizers allow the electronic Live PA artist to effectively orchestrate a single-person concert. Hand-played keyboards, hand-triggered audio samples, live vocals, and other live instruments can augment the performance as well. Some artists like Brian Transeau and Jamie Lidell utilize hardware and software tools custom-designed for live expression and improvisation.

By arranging, muting, and cueing pre-composed basic musical data (notes, loops, patterns, and sequences), the Live PA artist has the freedom to manipulate major elements of the performance and alter a song’s progression in real-time.

madekipe3Many Live PA artists try to combine the qualities of both traditional bands and dancefloor DJs, taking the live music element from bands, and the buildup and progression from song to song of DJs, as well as the sheer volume of music controlled by a single person (of a DJ as opposed to a band). By allowing the sequencer to handle the playing of basic musical data (as defined above), the Live PA artist can focus on controlling what is most important to the listener: the actual musical quality of what is emanating from the speakers.

From Hardware to Software

Technological progress has kept Live PAs evolving to this day. With advances in computer processing power and in software-based audio tools and instruments, the Live PA artist can pack a single laptop into a bag, go out and perform a show. This possibility creates a point of discussion, as the ability to perform one’s own music live using a single, generic device creates yet another range of performative styles. On one end, a laptop-based performer has the option of simply playing a polished, premade audio file. On the other end, the performer can be creating sound completely from scratch using software-based synthesizers, sequencers, etc. Somewhere in the middle is where the majority of performance setups fall. Incredibly popular is the software tool Ableton Live. This gives a laptop-based performing artist the ability to sequence and trigger software synthesizers, external MIDI-controlled instruments, and internally-stored sampled audio clips and loops. This can all be achieved in real-time, with the resulting audio being manipulated by Ableton Live’s mixer and effect processors.

winky-dj-winkyThe feasibility of using a laptop computer as an all-in-one electronic music creation and performance tool created a massive wave of new artists, performers, and performance events. An international contest known as the Laptop Battle has gained massive momentum and is taken very seriously.

Degree of “Liveness”

A topic of discussion amongst listeners, critics, and artists themselves is to what degree a performance is actually “live”. A possible determining factor could be the degree to which the performing artist has real-time control over individual elements of the final musical output. Using this criterion, an artist who mimicks the playing of instruments whilst simply playing a CD or stereo audio track, might not be considered particularly “live” by some. On the far opposite end of the spectrum, some artists choose to take only an idea or motif (e.g. a bassline, rhythm pattern, or chord progression), realize it from scratch with electronic instruments on-the-spot, and then build upon it, modify it, and continue in this way for the entire performance. This requires a degree of discipline and creativity to achieve.

Some might argue that the visual aspect of a performance would be sufficient to call it “live”. Codifying what defines “live” and what does not has been an ongoing topic of debate for many years. To date, nobody has successfully created a definition with which everyone involved seems satisfied.

..diambil dari Wikipedia

12 March 2009 Posted by | musik | Leave a Comment

Pilih mana ya?

imga0396dilema bagi seorang karyawan di hampir semua perusahaan yang bisa dikatakan telah mapan atau paling tidak bagus kesejahteraan sosial para pegawainya.. yup, its STEP UP!

mungkin bagi karyawan dengan kompetensi yang bisa dikatakan kurang.. cukup lah mereka puas dengan apa yang mereka dapat (baik pendapatan, beban pekerjaan, maupun tanggung jawab yang harus mereka pikul dalam bussiness process perusahaan tempat mereka bekerja tersebut), lain halnya dengan seorang karyawan yang notabene adalah figur pekerja cerdas (sekarang bukan jamannya lagi pekerja keras ya..) yang bekerja kadang melebihi kapasitas jabatannya, yang sudah pasti merasa kurang puas dengan hasil kerja orang-orang diatasnya karena dia mampu menghasilkan sesuatu yang lebih.. hingga finally this guy need to step up!

tapi sayang kebijakan perusahaan tentunya tidak bisa semudah itu mengikuti keinginan si karyawan ini.. sehingga akhirnya muncul pilihan “menjadi kepala bagi seekor kucing, atau tetap menjadi ekor di tubuh harimau”..

create_prod_perfdisini kemudian karakter seseorang berperan membantu kecerdasan otak dalam memilih diantara dua pilihan sulit tersebut.. seorang cerdas pertama dengan karakter yang independent pasti akan memilih keluar dari perusahaan besar itu untuk menjadi atasan di perusahaan lain.. dengan konsekuensi dia kehilangan jaminan kesejahteraan yang bisa dia dapat dari perusahaan pertama (tanggungan kesehatan, rekreasi, dsb..) namun tidak sedikit pula dari mereka yang mendapatkan jaminan kesejahteraan yang sama dengan perusahaan lamanya plus menjadi atasan di perusahaan yang baru.. kalau ini faktor luck yang bicara.. tapi ga sedikit lho yang lucky begini..

tapi bagi seorang cerdas kedua yang mempunyai sifat settle-down, kurang mau berspekulasi (karena takut gagal?) pasti pilihannya adalah tetap menjadi ekor di perusahaan besar pertama.. alasannya kuat :

1. belum tentu perusahaan lain mampu memberikan kesejahteraan seperti perusahaan tempatnya bekerja sekarang. .

2. memulai lagi semua yang telah diraih setelah bertahun lamanya dari nol memakan waktu (faktor usia)

3. karyawan tersebut telah berkeluarga sehingga lebih hati-hati dalam mengambil keputusan (kebanyakan cari amannya saja..)

well, apapun pilihannya.. yang penting jadilah PEKERJA CERDAS! jadi saat ada kesempatan untuk step up pasti nama kita ada dalam daftar kandidat.. atau bila kita cukup berani berspekulasi.. carilah perusahaan besar lain yang jaminan kesejahteraan karyawannya berada tidak jauh dibawah perusahaan tempat kita sekarang mengabdi.. asalkan disana kita bisa berada di posisi yang 2 atau 3 tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.. kenapanya rekan2 bisa jawab sendiri lah..

12 March 2009 Posted by | egoism | Leave a Comment

arti kehidupan dalam logika pemrograman..

nofxbagi saya setiap orang bebas ber-interpretasi tentang arti kehidupan yang mereka jalani, terlepas dari masalah apa agama mereka, apa warna celana dalam mereka (kalau warna kulit saya kurang bisa membedakan karena dari kecil saya ga pernah diperkenalkan dengan macam-macam ras yang menurut orang2 banyak macamnya itu, saya hanya mengenal satu ras.. yaitu MANUSIA), lalu apa suku mereka (nah, kalau ini saya pernah belajar waktu sekolah dasar.. misalnya suku jawa, sunda, batak, madura, ambon dan cirebon kan.. apa? cirebon bukan suku? bukannya nama suku itu diambil dari nama bahasanya? ).. he he

so, bagi pecinta coding seperti saya.. hidup itu bisa saya deskripsikan sebagai sebuah sistem operasi yang lengkap dengan GUI (graphical user interface), bahasa assembly, worm, anti-spy, database, artificial-program dan sebagainya.. boleh kan? bebas..

berikut sedikit penjabarannya.. kembali ke awal diciptakannya manusia, oleh Allah manusia diciptakan sebagai program pintar yang bisa berkembang sendiri (artificial intelegent program) sehingga mereka bebas memilih untuk melakukan apa saja asalkan satu hal, yaitu mendekati buah Khuldi (worm) yang bisa merusak program dasar manusia sehingga alur hidup manusia dikhawatirkan keluar dari jalur yang telah ditetapkan (takdir).

dan selain menciptakan manusia sebagai object-oriented program, Allah juga menciptakan syaitan dan malaikat (assembly code) sebagai penghubung antara surga (hardware) dengan manusia ciptaan-Nya (aplikasi berekstensi .exe) tapi karena syaitan merasa bahwa bahasa pemrograman miliknya lebih powerful dibanding kepunyaan manusia, maka saat Allah memerintahkan syaitan dan malaikat untuk menjadi connection antara manusia dengan surga, serta merta syaitan pun menolaknya hingga akhirnya Allah menghukum syaitan dengan mengeluarkannya dari algoritma program-Nya, tapi lagi-lagi syaitan meminta agar tetap diperbolehkan menempel dalam program manusia.. sampai akhirnya datanglah hari dimana assembly code membawa worm ke dalam program .exe melalui perantara flashdisk yang menyebabkan ‘disinilah kita hari ini’..

friend, kita adalah manusia yang diciptakan lengkap dengan wujud (GUI) sedang syaitan hidup tanpa wujud atau hanya sebagai background program saja.. secara coding kita memang lemah tapi kita dilengkapi agama sebagai anti-spy juga anti-virus.. worm hari ini bukan sekedar buah Khuldi saja tapi sudah ber-evolusi dan menginfeksi banyak library2 milik program kita.. bahkan  worm pun kadang ber-kamuflase menjadi manusia yang lain (.exe lain) agar kita berinteraksi dengannya dan tanpa kita sadari program kita pun tertular!

terakhir, hidup adalah logika if-then-else yang lebih kita kenal sebagai Sunnatullah..  maka jangan pernah berusaha merusaknya sehingga membuat program fitrah kita tercemar menjadi worm baik bagi environment kita maupun bagi program2 .exe ciptaan Allah lainnya.. program ini sudah begitu sempurnanya hingga mampu menjalankan jutaan client secara bersamaan.. jangan rusak hanya karena kita ingin cepat kaya, berkuasa dan sebagainya..

<? if ($masa_muda==$ belajar) { print “sukses di hari tua”; } else { #include sengsara.h; print “kesulitan ekonomi”; } ?>

syntax diatas memberi sedikit gambaran tentang program dasar bagi hidup manusia, kita bisa mengikuti alurnya, atau tidak terserah kita tapi selalu ingat konsekuensi dari apa yang kita pilih.. jangan sampai malas berusaha tapi ingin sukses, ujung2nya lalu ke paranormal..  ”wetonisme is a human-stupidity!” -Albert Weton.. (he he)

–please interprete this log open-mindedly so you could take the best part of this thoughts..

10 March 2009 Posted by | egoism | Leave a Comment

Tales from the hard side!

rancid-and-out-come-the-wolves-fron2saat sesosok bayangan di cermin tertangkap secara tidak sengaja oleh mata saya pagi ini.. saya berucap “tak terasa sudah 10 tahun saya mengubah cara hidup dan jalan hidup saya..”

dan selama masa transisi kemarin bukannya ga ada rintangan dan cobaan yang datang dalam kehidupan saya, justru sebaliknya.. all day long life struggle! patah hati.. kekecewaan.. pesimistis dan ketakutan! yang kesemuanya kemudian menjatuhkan dan menginjak-injak harapan saya..

sampai akhirnya saya mendapatkan pencerahan.. some say “kita tidak bisa memilih menjadi siapa kita saat dilahirkan.. tapi kitalah yang menentukan menjadi apa saat kita ditemukan mati..” kalimat sederhana inilah yang jadi pegangan saya saat kemampuan saya sisangsikan, saat keberadaan saya tidak anggap atau saat saya sekedar ingin dicintai oleh wanita yang saya tahu cuma bisa saya impikan..

airihingga pada suatu hari kesabaran saya berbuah penghargaan, kepercayaan dan akhirnya KESEMPATAN! satu hal yang selalu saya tunggu kedatangannya dalam hidup saya.. kesabaran saya untuk belajar di saat semua orang disekitar saya sibuk bersenang-senang.. kesabaran saya dalam mengalah saat wanita pujaan hati saya lebih memilih lelaki lain untuk dijadikan sandaran hatinya.. kesabaran saya untuk terus meningkatkan kemampuan saya dalam pekerjaan.. kesabaran saya untuk terus menggali potensi saya lebih dalam.. hari ini all pays off!

satu saran saya bagi teman2 yang hari ini sedang merasa kurang beruntung hidupnya.. be patient and keep press forward! bila teman2 merasa kesialan tidak pergi-pergi dari hidup teman2.. ingatlah pepatah kuno “everything got its place and time, even the day must give ways to the night”

jadi jika hari ini adalah waktunya bersedih.. nikmati aja.. karena besok pagi malam telah berganti siang dan kelamnya pun berubah menjadi terang! go go go electro!

28 February 2009 Posted by | egoism | 1 Comment

Yang membusuk dalam usus besar kita..

support_btn_kfcIni mungkin memang sebuah pilihan pribadi.. bagi kita untuk mulai (atau tidak ) berhenti membunuh ayam2 disekitar kita untuk sekedar dihidangkan ke atas meja makan kita.. karena mengingat populasi manusia yang makin meningkat tiap tahunnya dan seiring dengan kebutuhan makan mereka yang juga harus dipenuhi (salah satunya dengan makan daging ayam) membuat para pakar peternakan memutar otak mereka (makanya solusi yang didapat ga cerdas la wong cuma diputar-putar doang..) agar didapat cara untuk membiakkan ayam2 pedaging yang mampu menghasilkan berton-ton daging dalam waktu singkat.. agar pemenuhan kebutuhan manusia akan pakan (sehat?) terpenuhi..
mainkfccamp
Hasilnya? ya daging ayam yang kita makan tiap hari itu.. yang dagingnya lembek karena besar akibat steroid  (hiyyy..)

Selain itu berbagai macam penyakit yang kini bercokol dalam tubuh ayam yang dagingnya kita makan itu.. jelas makin membahayakan kita.. hmm masih ngiler dengan sedapnya ayam goreng?

–Saya bukan aktivis Animal-Right, saya hanya ingin menyampaikan bahwa daging ayam hari ini sudah makin membahayakan kesehatan kita.. stop eat it!–

22 February 2009 Posted by | egoism | Leave a Comment

Makkah Airi Setyawan

foto0021reporter : dede lucu namanya siapa?

riri : makkah airi setyawan, oom..

reporter : dede lucu udah bisa apa aja nih?

riri : bisa nge-dj.. bikin program web-based database .. (ya ga mungkin dong.. umurku baru juga 3 minggu.. pertanyaannya ga cerdas nih si oom)

reporter : wah hebat ya..

riri : auk ah.. si oom mah aneh..

Makkah Airi Setyawan

Bogor, 30 Januari 2009

Cita-cita : Programmer Java & PHP

22 February 2009 Posted by | egoism | Leave a Comment

FL Studio and me..

we2Sejak tahun 2002 lalu saya menggunakan FL Studio (dulu fruityloops..) untuk keperluan producing musik dan soft-synths pada live act band-band saya..

Interface-nya simple, synthesizer-nya lumayan kumplit dan pastinya mudah di hubungkan ke MIDI Controler saya.. walaupun bagi sebagian musisi berpendapat kualitas soundnya kurang real tapi justru itu yang menarik menurut saya..

Synths kan ga seperti alat musik tradisional (gitar, bas, etc) kalofl8 instrumennya punya suara yang khas.. wah kurang asyik tuh! contohnya Moog, identik dengan suara yang treblist.. kalo di FL suaranya rada distort itu bagus khan?

btw, terserah sih orang mau bilang apa.. yang pasti software ini cukup mumpuni dalam melayani saya memproduksi musik2 yang asyik! go go go electro!

22 February 2009 Posted by | egoism | Leave a Comment

PHP code untuk ambil data di table Mysql..

//pertama kita konek dulu ke database mysql..

<?

$koneksi = mysql_connect(“localhost”,”root”,”");
if (!$koneksi)
{
die(‘Koneksi gagal: ‘ . mysql_error());
}
mysql_select_db(“nama_db”, $koneksi);

//lalu query table yang ingin kita tarik datanya..

$hasil = mysql_query(“SELECT * FROM nama_tabel”);

//baru deh kita tampilkan datanya

while($data = mysql_fetch_array($hasil))
{
echo $data['nama_field1'] . ” ” . $data['nama_field2'];
echo “<br />”;
}
mysql_close($koneksi);
?>
//guampang tho?

22 February 2009 Posted by | coding | Leave a Comment

Siapa kita dulu.. siapa kita sekarang?

pertanyaan diatas cukup menganggu saya belakangan ini, tepatnya setelah putra pertama saya lahir 30 januari 2009 lalu.. well, belakangan saya memang banyak browsing tentang teman2, scene dan musik yang dulu pernah saya geluti sewaktu masih sekolah dan menghabiskan waktu menganggur selama hampir satu tahun di kota HARDCORE yogyakarta!

dj wewedulu (sekitar 1997-1999) saya pernah membangun sebuah band di kota ‘lapen’ tersebut.. mulai dari yang beraliran Punk, Chaos, dan akhirnya Hardcore! mungkin sebagian dari rekan2 masih atau samar2 ingat dengan band bernama T.D.L. (The Democracy Lies) band yang saya konsep bersama Sigit (teman sekolah saya di Stembayo) lewat band ini saya berkesempatan untuk mengenal banyak HC Kids YK baik old maupun new..

hmm, jadi ingin menyapa mereka.. Hai Aghus (Hands Upon Salvation), Nanu (xReflexidirix), Iphey (Nothing), Ferry ‘resist’, Aryo (Dapperheid?), dan semua yang sekarang saya lupa namanya tapi figurnya tetap abadi di otak saya!

tidak terasa sudah 10 tahun saya pergi dari scene yang ‘hangat’ tersebut.. pergi untuk bekerja demi menghidupi istri saya yang cantik beserta putra hebat saya, Makkah Airi Setyawan.. dan sudah 10 tahun ini pula saya tidak lagi berteriak2 di panggung scene HC disekitar tempat saya kini bekerja..

apakah hidup saya no longer hardcore? saya masih ingat ucapan seorang sXe names Yo dari ISI Yogyakarta pada suatu malam sehabis band saya mengikuti audisi band pengisi acara di kampusnya.. “Jadi Hardcore Sampai Mati!”.. sounds good.. tapi bagi saya hardcore tidak sebatas growling atau screaming on stage.. tiap hari di pekerjaan saya, saya selalu menerapkan aturan hardcore sebagai jati diri saya.. ingat, jati diri bukan sekedar penampilan!

beberapa hal yang saya anggap sebagai aturan hardcore adalah.. hargai kepentingan bawahan, respect to others ideas, selalu bergerak untuk berada di depan tanpa menjatuhkan lawan, pandang orang bukan atas jabatannya, dan masih banyak lagi sih.. semua itu saya dapat dari hardcore afterschool, sebuah pembinaan mental dan moral hardcore di Pajeksan dan Last Palm..

22 February 2009 Posted by | musik | 2 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.